oleh Usbat Hidayat - Peluang Usaha
Aseng, Pemilik Bengkel Modifikasi
7 Saudara
Modifikasi Motor Bebek Menjadi
Motor Sport Super Keren
Meniru model-model motor sport
keluaran pabrikan Asia dan Eropa ternyata menarik para pengendara
motor untuk memodifiksi motornya di bengkel milik Aseng. Kini ia mampu meningkatkan omsetnya hingga Rp 65
juta/bulan. Bagaimana sepak terjang Aseng dalam menjalankan usahanya?
Berawal dari hobi memodifikasi motor
kemudian dijadikan sebagai lahan bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan
puluhan juta rupiah perbulan. Walaupun dengan pendidikannya yang sangat
terbatas tetapi tidak membuat pria kelahiran singkawang Kalimantan ini takut
untuk meraih impiannya menjadi pengusaha sukses. Sebelum memulai usaha bengkel
modif aseng bekerja sebagai pelayan toko aksesoris motor di kawasan kebon jeruk
dari mulai tahun 2001-2005. menurut aseng dirinya bekerja menjadi karyawan toko
aksesoris motor selain mencari pengalaman juga untuk belajar lebih banyak
tentang otomotif.
Aseng merintis Usaha bengkel
servis, sparepart dan aksesoris modif ini sejak tahun 2006 yang bertempat di
daerah Jl. Marga satwa No. 09 Ragunan Jakarta selatan dengan biaya sewa 45
juta/bulan, tempat ini dipilih karena berbagai macam pertimbangan diantaranya pertemuan
beberapa jalan utama menuju taman satwa Ragunan, space yang memadai, tempat
parkir yang nyaman serta tempat tersebut dinilai sangat strategis untuk
membangun usaha bengkel dan variasi modifnya karena berdekatan dengan bebarapa toko
besar seperti toko marmer, mini market dan dealer motor resmi. Untuk memulai
usahanya aseng menggelontoorkan uang 100 juta rupiah yang didapat dari tabungan
pribadi, sokongan keluarga, serta pinjaman dari beberapa teman dekatnya. Dari
40 juta tersebut kemudian ia belanjakan untuk kebutuhan usahanya yaitu untuk
membeli berbagai jenis spare part dan aksesoris Mulai dari velg racing import, ban
lokal dan import, arm custom, shock breaker, footstep, underbone, cakram lebar,
upside down, piringan rem, knalpot, body kit, spion, spakbor, jok, handle rem,
jari-jari velg, tromol, tangki bensin, sampai oli. Untuk kunci-kunci atau
perkakas yang diperlukan untuk memodifikasi, Aseng mengeluarkan biaya hingga Rp
7 juta. sedangkan sisanya untuk kebutuhan operasional dan gaji karyawan.
awalnya hanya bengkel biasa dan modifikasi kecil-kecilan
serta menjual beberapa Spartpart
serta aksesoris yang masih terbilang cukup sedikit. Tetapi kegemarannya
dibidang otomotif membuat aseng tak henti-hentinya melakukan terobosan baru
dalam bidang modifikasi karena hobinya didunia otomotif kemudian aseng mencoba
untuk membuat inovasi-inovasi yang berkaitan dengan modifikasi motor. Awalnya
hanya sekedar coba-coba untuk membentuk motor-motor keluaran pabrikan menjadi
lebih keren lagi dan sanggup menarik perhatian kaum laki-laki khususnya anak
muda. Karena melihat prospek yang sangat bagus di bidang modifikasi khususnya
motor sport, maka aseng ditahun 2009 menambahkan modal 20 juta untuk pengembangan
usahanya dibidang modifikasi. Dari 20 juta itu ia gunakan untuk sewa tempat di Jalan
Pangkalan jati pondok labu Jakarta
selatan, tempat tersebut didesain khusus untuk menumpahkan kreasinya di bidang
modifikasi motor-motor sport. Hal ini berangkat
dari banyakya motor sport baru keluaran pabrikan yang saat ini masih
digandrungi oleh banyak laki-laki.
Jasa dan harga, karena kegemarannya dengan motor sport maka jasa yang
ditawarkan asengpun lebih pada modifikasi motor sport seperti honda tiger,
honda mega pro yamaha vixion, suzuki thunder, yamaha byson, kawasaki ninja 250
CC, honda CBR 250 CC, bajaj pulsar dan motor sport lainnya. Untuk modifikasi
aseng menggunakan sistem Plug dam Play (PNP) dimana pemilik bisa
menentukan konsep tema motor yang diinginkannya. Untuk tarif modifikasi motor standar laki-laki biasa menjadi motor sport
berkisar antara 6-8 juta tergantung dengan konsep motor yang diinginkan. Sedangkan
motor keluaran pabrikan yang sudah berbentuk motor sport antara 2-3 juta. Untuk
memodifikasi motor yang tergolong berat seperti merubah kerangka dibutuhkan
waktu pengerjaan paling lama 4-5 hari sedangkan paling cepat 1 hari. Sedangkan
untuk modif-modif ringan seperti merubah buntut, tangki, ganti kaki, handle, knalpot, lampu, cakram, ban,
stang dan velg hanya butuh waktu antara 30 menit sampai satu hari. Selain itu
aseng juga melayani penjualan costum modif seperti fearing, arm custom,
tangki dan bodi/baju, harganyapun beragam dari 250 ribu sampai 1juta. Atau
dengan pemesanan satu set perangkat costum modif lengkap berbahan fiberglass dengan
berbagai macam model seperti model Yamaha R6, CBR, Ducati, model campuran atau
model dengan konsep yang diinginkan dengan harga yang diawarkan antara 3-4 juta
rupiah.
Inovasi. Salah satu
keunggulan dari bengkel 7saudara ini adalah banyaknya gebrakan dalam mendisain
motor standar menjadi motor sport yang super keren. Hal ini terbukti dengan
terpampangnya salah satu hasil karya modifan dari 7saudara motor di salah satu
situs komersil milik yamaha yaitu yamaholigan.
Setelah baru saja berhasil merubah bajaj pulsar
tampak seperti ducati sport, kini aseng dan keempat tenaga ahlinya baru menggarap
pesanan modifikasi motor bebek honda supra x dengan konsep motor sport model
Yamaha R6, di perkirakan proses modifikasi
ini akan selesai dalam kurun waktu 7-8 hari. Menurut aseng ini merupakan
terobosan pertama kalinya, pasalnya diantara bengkel-bengkel modif lain masih
sangat jarang yang memodifikasi motor bebek menjadi motor sport, kalaupun ada pastilah
sangat terbatas jumlahnya dan penggarapan yang kurang rapi serta menghabiskan waktu
yang cukup lama. Untuk merubah motor bebek menjadi motor sport dibutuhkan biaya
antara 10-25 juta tergantung desain yang diminta.
Pemasaran. melihat
banyaknya kompetitor dalam bidangnya aseng berusaha memasarkan jasa
modifikasinya dengan menggunakan cara yang paling efektif dan efisien, yakni dengan
menggunakan situs media maya yang tidak berbayar seperti http://7saudaramotor.wordpress.com,
http://www.tokobagus.com, http://www.kaskus.us, dan www.facebook.com, dari situs inilah aseng
dapat memasarkan produk-produk desain modifikasinya ke berbagai macam kota yang ada diindonesia. Tebukti
hanya dengan hitungan hari aseng sudah mendapatkan banyak pesanan konsep modif
motor sport di beberapa kota dari
berbagai macam wilayah seperti ujung pandang, makassar, batam, surabaya,
semarang, banjarmasin, lampung, yogyakarta dan medan. “untuk ongkos kirim dibebankan
dari pihak pemesan atau pembeli, biasanya barang itu saya kirim setelah pihak
pemesan membayar setengahnya dari harga jual sedangkan setengahnya lagi dibayar
setelah barang sudah sampai ditempat” terang aseng. Dari penjualan online ini
aseng bisa mendapat keuntungan antara 20-30 % dari harga jual.
Target pemasaran aseng
lainnya adalah sebuah komunitas motor sport yang ada di wilayah jabodetabek,
komunitas motor ini dinilai sangatlah efektif, “karena disamping promosi juga
sebagai ajang unjuk kebolehan dalam bidang modifikasi” jelas pria berusia 31
tahun ini. Awalnya sangatlah susah untuk menarik perhatian dan pembuktian
terhadap khalayak khususnya kaum muda, tapi setelah dirinya aktif
mendemonstrasikan beberapa karya-karya modifan terbaik dari bengkelnya kepada
komunitas, maka kini bengkel aseng tak pernah sepi dari pengunjung. Kebanyakan
pengunjung tersebut datang dari wilayah jakarta dan sekitarnya dan sebagian
besar adalah rekan-rekan komunitas motor-motor sport.
Kini kerja kerasnya berbuah
manis, terbukti tiap tahunnya usaha modifikasi bengkel 7 saudara ini mengalami
peningkatan yang signifikan. Dan dalam jangka tak kurang dari 2 tahun sudah
dapat balik modal. dari itu karena pelayanan yang baik serta kreatifitasnya
dalam membuat inovasi Aseng beserta 4 karyawannya bisa meningkatkan omsetnya
hingga 65 juta/bulan dengan keuntungan 20-25 %
Obsesi aseng kedepan mengaku akan menambah
usahanya lagi dengan membuka cabang baru di beberapa wilayah pulau jawa dan menjadi
kiblatnya motor-motor modifikasi khususnya motor sport.
