Minggu, 15 April 2012


oleh Usbat Hidayat - Peluang Usaha 

Aseng, Pemilik Bengkel Modifikasi 7 Saudara
Modifikasi Motor Bebek Menjadi Motor Sport Super Keren

Meniru model-model motor sport keluaran pabrikan Asia dan Eropa ternyata menarik para pengendara motor untuk memodifiksi motornya di bengkel milik Aseng. Kini ia  mampu meningkatkan omsetnya hingga Rp 65 juta/bulan. Bagaimana sepak terjang Aseng dalam menjalankan usahanya?

            Berawal dari hobi memodifikasi motor kemudian dijadikan sebagai lahan bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan puluhan juta rupiah perbulan. Walaupun dengan pendidikannya yang sangat terbatas tetapi tidak membuat pria kelahiran singkawang Kalimantan ini takut untuk meraih impiannya menjadi pengusaha sukses. Sebelum memulai usaha bengkel modif aseng bekerja sebagai pelayan toko aksesoris motor di kawasan kebon jeruk dari mulai tahun 2001-2005. menurut aseng dirinya bekerja menjadi karyawan toko aksesoris motor selain mencari pengalaman juga untuk belajar lebih banyak tentang otomotif. 
             Aseng merintis Usaha bengkel servis, sparepart dan aksesoris modif ini sejak tahun 2006 yang bertempat di daerah Jl. Marga satwa No. 09 Ragunan Jakarta selatan dengan biaya sewa 45 juta/bulan, tempat ini dipilih karena berbagai macam pertimbangan diantaranya pertemuan beberapa jalan utama menuju taman satwa Ragunan, space yang memadai, tempat parkir yang nyaman serta tempat tersebut dinilai sangat strategis untuk membangun usaha bengkel dan variasi modifnya karena berdekatan dengan bebarapa toko besar seperti toko marmer, mini market dan dealer motor resmi. Untuk memulai usahanya aseng menggelontoorkan uang 100 juta rupiah yang didapat dari tabungan pribadi, sokongan keluarga, serta pinjaman dari beberapa teman dekatnya. Dari 40 juta tersebut kemudian ia belanjakan untuk kebutuhan usahanya yaitu untuk membeli berbagai jenis spare part dan aksesoris Mulai dari velg racing import, ban lokal dan import, arm custom, shock breaker, footstep, underbone, cakram lebar, upside down, piringan rem, knalpot, body kit, spion, spakbor, jok, handle rem, jari-jari velg, tromol, tangki bensin, sampai oli. Untuk kunci-kunci atau perkakas yang diperlukan untuk memodifikasi, Aseng mengeluarkan biaya hingga Rp 7 juta. sedangkan sisanya untuk kebutuhan operasional dan gaji karyawan.
            awalnya hanya bengkel biasa dan modifikasi kecil-kecilan serta menjual beberapa Spartpart serta aksesoris yang masih terbilang cukup sedikit. Tetapi kegemarannya dibidang otomotif membuat aseng tak henti-hentinya melakukan terobosan baru dalam bidang modifikasi karena hobinya didunia otomotif kemudian aseng mencoba untuk membuat inovasi-inovasi yang berkaitan dengan modifikasi motor. Awalnya hanya sekedar coba-coba untuk membentuk motor-motor keluaran pabrikan menjadi lebih keren lagi dan sanggup menarik perhatian kaum laki-laki khususnya anak muda. Karena melihat prospek yang sangat bagus di bidang modifikasi khususnya motor sport, maka aseng ditahun 2009 menambahkan modal 20 juta untuk pengembangan usahanya dibidang modifikasi. Dari 20 juta itu ia gunakan untuk sewa tempat di Jalan Pangkalan jati pondok labu Jakarta selatan, tempat tersebut didesain khusus untuk menumpahkan kreasinya di bidang modifikasi motor-motor sport.  Hal ini berangkat dari banyakya motor sport baru keluaran pabrikan yang saat ini masih digandrungi oleh banyak laki-laki.
            Jasa dan harga, karena kegemarannya dengan motor sport maka jasa yang ditawarkan asengpun lebih pada modifikasi motor sport seperti honda tiger, honda mega pro yamaha vixion, suzuki thunder, yamaha byson, kawasaki ninja 250 CC, honda CBR 250 CC, bajaj pulsar dan motor sport lainnya. Untuk modifikasi aseng menggunakan sistem Plug dam Play (PNP) dimana pemilik bisa menentukan konsep tema motor yang diinginkannya. Untuk tarif modifikasi motor standar laki-laki biasa menjadi motor sport berkisar antara 6-8 juta tergantung dengan konsep motor yang diinginkan. Sedangkan motor keluaran pabrikan yang sudah berbentuk motor sport antara 2-3 juta. Untuk memodifikasi motor yang tergolong berat seperti merubah kerangka dibutuhkan waktu pengerjaan paling lama 4-5 hari sedangkan paling cepat 1 hari. Sedangkan untuk modif-modif ringan seperti merubah buntut, tangki, ganti kaki, handle, knalpot, lampu, cakram, ban, stang dan velg hanya butuh waktu antara 30 menit sampai satu hari. Selain itu aseng juga melayani penjualan costum modif seperti fearing, arm custom, tangki dan bodi/baju, harganyapun beragam dari 250 ribu sampai 1juta. Atau dengan pemesanan satu set perangkat costum modif lengkap berbahan fiberglass dengan berbagai macam model seperti model Yamaha R6, CBR, Ducati, model campuran atau model dengan konsep yang diinginkan dengan harga yang diawarkan antara 3-4 juta rupiah. 
Inovasi. Salah satu keunggulan dari bengkel 7saudara ini adalah banyaknya gebrakan dalam mendisain motor standar menjadi motor sport yang super keren. Hal ini terbukti dengan terpampangnya salah satu hasil karya modifan dari 7saudara motor di salah satu situs komersil milik yamaha yaitu yamaholigan.
Setelah  baru saja berhasil merubah bajaj pulsar tampak seperti ducati sport, kini aseng dan keempat tenaga ahlinya baru menggarap pesanan modifikasi motor bebek honda supra x dengan konsep motor sport model Yamaha R6, di perkirakan proses  modifikasi ini akan selesai dalam kurun waktu 7-8 hari. Menurut aseng ini merupakan terobosan pertama kalinya, pasalnya diantara bengkel-bengkel modif lain masih sangat jarang yang memodifikasi motor bebek menjadi motor sport, kalaupun ada pastilah sangat terbatas jumlahnya dan penggarapan yang kurang rapi serta menghabiskan waktu yang cukup lama. Untuk merubah motor bebek menjadi motor sport dibutuhkan biaya antara 10-25 juta tergantung desain yang diminta.
Pemasaran. melihat banyaknya kompetitor dalam bidangnya aseng berusaha memasarkan jasa modifikasinya dengan menggunakan cara yang paling efektif dan efisien, yakni dengan menggunakan situs media maya yang tidak berbayar seperti http://7saudaramotor.wordpress.com, http://www.tokobagus.com, http://www.kaskus.us, dan www.facebook.com, dari situs inilah aseng dapat memasarkan produk-produk desain modifikasinya  ke berbagai macam kota yang ada diindonesia. Tebukti hanya dengan hitungan hari aseng sudah mendapatkan banyak pesanan konsep modif motor sport di beberapa kota dari  berbagai macam wilayah seperti ujung pandang, makassar, batam, surabaya, semarang, banjarmasin, lampung, yogyakarta dan medan. “untuk ongkos kirim dibebankan dari pihak pemesan atau pembeli, biasanya barang itu saya kirim setelah pihak pemesan membayar setengahnya dari harga jual sedangkan setengahnya lagi dibayar setelah barang sudah sampai ditempat” terang aseng. Dari penjualan online ini aseng bisa mendapat keuntungan antara 20-30 % dari harga jual.
Target pemasaran aseng lainnya adalah sebuah komunitas motor sport yang ada di wilayah jabodetabek, komunitas motor ini dinilai sangatlah efektif, “karena disamping promosi juga sebagai ajang unjuk kebolehan dalam bidang modifikasi” jelas pria berusia 31 tahun ini. Awalnya sangatlah susah untuk menarik perhatian dan pembuktian terhadap khalayak khususnya kaum muda, tapi setelah dirinya aktif mendemonstrasikan beberapa karya-karya modifan terbaik dari bengkelnya kepada komunitas, maka kini bengkel aseng tak pernah sepi dari pengunjung. Kebanyakan pengunjung tersebut datang dari wilayah jakarta dan sekitarnya dan sebagian besar adalah rekan-rekan komunitas motor-motor sport.
Kini kerja kerasnya berbuah manis, terbukti tiap tahunnya usaha modifikasi bengkel 7 saudara ini mengalami peningkatan yang signifikan. Dan dalam jangka tak kurang dari 2 tahun sudah dapat balik modal. dari itu karena pelayanan yang baik serta kreatifitasnya dalam membuat inovasi Aseng beserta 4 karyawannya bisa meningkatkan omsetnya hingga 65 juta/bulan dengan keuntungan 20-25 %
Obsesi aseng kedepan mengaku akan menambah usahanya lagi dengan membuka cabang baru di beberapa wilayah pulau jawa dan menjadi kiblatnya motor-motor modifikasi khususnya motor sport.

Sabtu, 28 Januari 2012

belajar dengan kemandirian

 oleh Usbat Hidayat

BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN

       Belajar bukan berarti tidak dapat bekerja dan menghasilkan uang, kebanyakan masyarakat memandang pelajar sebagai orang yang selalu menghabiskan uang. Padahal tidak sedikit mahasiswa yang belajar sambil bekerja atau bekerja sambil belajar. Apapun istilahnya yang jelas banyak mahasiswa yang punya kegiatan sampingan selain kuliah entah itu halal atau haram. Seperti M. Sukron salah satu mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, sejak lulus dari SMA diriya telah bekerja di salah satu Instasi yang bergerak di bidang Penyelenggara Haji dan Umroh. Pada awalnya Sukron tidak ingin kuliah karena takut mengganggu pekerjaannya, tapi pihak keluarga terutama dari orang tuanya selalu memaksa Sukron untuk melanjutkan kuliah. Akhirnya dua tahun setelah lulus dari SMA, Sukron mendaftarkan dirinya di UIN dengan pilihan pertama Tehnik Informatika (T.I) Fakultas Sain & Tekhnologi, pilihan tersebut untuk menunjang pekerjaannya yang selalu beroperasi di bagian komputer sedangkan pilihan kedua adalah Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan pilihan ketiga Tafsir,setelah tes masuk ternyata sukron lolos dengan pilihan keduanya yakni KPI,dengan berat hati Sukron tetap mengambil KPI. toh KPI juga dapat memberikan kontribusi bagi pekerjaannya ujar sukron dengan sedikit menahan rasa kecewanya. Selain bekerja dan kuliah sukron juga mengikuti Unit Kegiaatan Mahasiswa bagian Olahraga, kegemaranya dalam dunia sepak bola membuat Sukron meluangkan waktu sendiri untuk menyalurkan bakat dan hobinya. Selanjutnya pria berkelahiran Bengkulu ini sedikit mengeluhkan tentang tata usaha dan keamanan pada Fakultas, fasilitas yang seharusnya di terima dan digunakan Mahasiswa malah dialih fungsikan sebagai kepentingan pribadi, Sukron mengaku “selama dirinya menjadi mahasiswa KPI belum pernah merasakan haknya sebagai Mahasiswa terpenuhi”. Tapi dirinya tidak pernah mempersoalkan hal itu karena takut konsentrasi belajarnya akan terganggu. Meskipun jauh dari tanah kelahirannya, Sukron tetap ingat kewajiban yang menjadikan dirinya sampai di Yogyakarta. Dengan restu orang tua Sukron pada tahun 2000 berangkat ke Jogja dan melanjutkan SMA di Pondok Pesantren Asyifa’yang berlokasikan di kabupaten Bantul. Dari PP Asyifa tersebut kemudian Sukron berinteraksi dengan lingkungan dan akhirnya dirinya diajak oleh salah seorang temen sewaktu di PP untuk magang kerja di penyelenggara haji dan umroh. Awalnya hanya ingin mencari pengalaman karena waktu itu Sukron masih kelas dua, tapi lama-kelamaan sangatlah tertarik dengan pekerjaan tersebut, dan Sukronpun memutuskan untuk keluar dari PP. Asyifa’supaya tidak sering melanggar dengan aturan-aturan Pondok. Tapi sukron tetap mengikuti kegiatan pondok seperti Madrasah Diniah layaknya seorang santri atau biasa orang menyebutnya dengan santri kalong.

tanda tanya cinta


"kenapa harus dia lagi yang hadir dalam pejaman mataku..
dalam waktuku, dalam setiap sel-sel saraf otakku
dan kenapa juga dia harus kembali untuk membangunkan cintaku yang sudah
mulai sayu-sayu lelap
dan kenapa juga aku harus datang untuk menemuinya?
kalau itu justru akan memperdalam perihnya hati
kenapa juga aku harus melihat senyummu kalau itu akan membuat mataku menjadi basah??
kenapa juga aku harus menatapmu dengan tatapan yang begitu dalam??
kemilau butiran gula yang aku berikan, kini dalam sekejap kau rubah menjadi garam..
dengan pesona bahagiamu kau taburkan garam itu dalam bercak-bercak luka hati yang memerah
 begitu sakitnya jiwa yang terbungkus jasad ini...ingin rasanya hati ini menjerit dan menangis,,
tetapi dari jauh kedalaman hatiku bertanya...
"kenapa harus menjerit dan menangis???bukankah itu hanya fatamorgana cintamu saja??
cobalah kau tengok jauh dikedalam hati ini...lihatlah dengan keikhlasanmu..maka kau akan menemukan keindahan serta kebahagian yang haq lagi fitrah"
  

Senin, 23 Januari 2012

curahatan tanah jakarta


curahat tanah jakarta:
duh Gusti dosa apakah yang ku perbuat sehingga manusia memperlakukanku secara tidak adil,begitu berat beban yang ku pikul..bangunan2 tinggi menjulang dengan cakar ayamnya yang menusuk dinding2ku..duh Gusti teramat sakit,ngilu dan sesak nafas dalam diriku ini.
aliran sungai yang mengalir diatas permukaanku kini tak lagi jernih,tak lagi sehat,tak lagi berfungsi bagi penghuni alam sekitarnya dan tak lagi aman, karena setiap luapannya mengandung ancaman.
tak terhitung lagi berapa jumlah penduduk diatas permukaanku ini!...satu orang pergi maka akan kembali lagi menjadi 3-5-6 bahkan 10 orang, dan begitu seterusnya...sehingga membuatku lebih memadat...ditambah lagi dg ribuan ton-ton material (motor,mobil,bis,truk,becak dll) yang menumpuk setiap harinya djalanan-jalanan yang mereka bangun sendiri....duh Gusti sungguh sempurna beban derita yang kau titipkan kepadaku
bersambung

Minggu, 22 Januari 2012

keringatku mutiaraku...
tidak ada yang menyangka kalau semua itu menjadi jelas dan nyata, ketika kita menganggap bahwa diri kita itu adalah dekat sebenarnya itu sebuah fase atau proses menjauh